Rabu, 16 Mei 2012

Langkah Mudah penyusunan Balance Scorecard

Langkah Mudah penyusunan Balance Scorecard
1.   Melakukanproses input menyusun SWOT Balance Scorecard
Tujuanya untuk mengetahui informasi strategis apa saja yang harus dikumpulkan sebelum menyusun SWOT Balance Scorecard.
Sebelum mulai menyususn SWOT Balance Score card,kumpulkan semua informasi strategis yang dibutuhkan dalam penyusunana SWOT Balance Scorecard, yaitu :
a.      Informasi yang berhubungan dengan perusahaan
·         Rencana Strategis dibandingkan dengan kondisi saat ini
·         Rencana finansial dibandingkan dengan kondisi saat ini
·         Rencana pemasaran dibandingkan dengan kondisi saat ini
·         Rencana pengoperasian dibandingkan dengan kondisi saat ini
·         Laporan tahunan
·         Program peningkatan kualitas
·         Anlisis pelanggan
·         Wawancara dengan manajemen eksekutif
·         Dokumen oerencanaan penunjanag lainnya
b.      Informasi yang berhubungan dengan industri terkait
·         Analisis persaingan
·         Analisis tren industri
·         Analisis tren teknologi
·         Analisistren marketing
·         Analisis industri lainya
Untuk memperoleh informasi yang sangat diperlukan dalam penyusunan strategis perushaan, diperlukan survei SWOT Balance Scorecard strategis perusahaan, diperlukan survei SWOT Balance Scorecard Development Tool berikut ini.
SWOT Balance Scorecard Development Tool Financial
Berdasarkan anlisis SWOT, ukuran keuangan ini dapat diklasifikasi menjadi empat, yaitu :
     1. Kekuatan Keuangan
            2. Kelemahan keuangan
            3. Peluang keuangan
            4. Ancaman keuangan
SWOT Balance Scorecard Development Tool Customer & Marketplace Measure
1.      Kekuatan pelanggan
2.      Kelemahan pelanggan
3.      Kesempatan pelanggan
4.      Ancaman pelanggan
SWOT Balance Scorecard Development Tool Internal Process Measure
1.      Keuatan internal proses
2.      Kelemahan internal proses
3.      Kesempatan internal proses
4.      Ancaman internal proses
SWOT Balance Scorecard Development Tool Human Resources Measure
1.      Kekuatan SDM
2.      Kelemahan SDM
3.      Kesempatan SDM
4.      Ancaman SDM
2.   Mengembangakan timeline ( ketepatan waktu )
Tujuanya untuk menentukan target berapa lama penyusunan SWOT Balance Scorecard ini dibutuhkan sampai selesai.
Penyusunan SWOT Balance Scorecard membutuhkan waktu sekitar 12 minggu mulai dari : Melakukan analisi SWOT; Menyusun formulasi strategis, tema strategis dan strategic map; Merumuskan insiatif strategis dan KPI; Pemberian bobot nilai; Melakukan cascading SWOT dan Balance Scorecard; Menyusun program rencana kerja dan bujet; Menyunusn rencana implemantasi sekaligus membuat model keuangan.
Selanjutnya, setelah ketujuh tahap dilaksanakan, selanjutnya adalah mengoperasionalisasikan Balance Scorecard ke seluruh bagian yang terkait dengan implementasi Balance Scorecard yang sudah disusun agar setiap individu yang terkait dengan Balance Scorecard dapat bertanggung jawab atas tugas dan kewajibannya.
Operasional Balance Scorecard terdiri dari tiga level teams yaitu :
a.      Tim kepemimpinan, tugasnya memonitor jalannya strategi dan mendukung scorecard
b.      Tim inti, tugasnya mengumpulkan data, memabangun pemetaan strategis, dokumen, dan memantau proses.
c.       Tim penilai, bertugas mengukur scorecard secara mendetail.
Contoh Timeline

Minggu
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
Melakukan anlisis SWOT












Formulasi strategi












Inisiatif straegi & KPI












Pemberian bobot & score












Cascading SWOT & BSC












Menyusun Program AP












Implementation plan













3.   Membentuk teamwork berdasarkan metode OCAI
Tujuanya menentukan isu penting yang harus dimiliki oleh setiap anggota dalam teamwork sesuai dengan nilai-nilai bidaya organisasi yang sesuai dan tepat.
Pembentukan teamwork sangat dipengaruhi oleh nilai – nilai budaya yang dianut oleh masing – masing individu di dalam kelompok tersebut. Nilai – nilai budaya ini dapat diukur dengan menggunakan Organizational Culture Assement Instrument ( OCAI ).
Analis Budaya Organisasi Menggunakan Metode OCAI ( Menurut Cameron & Quinn )
1.   Clan culture
Adalah budaya perusahaan yang memiliku karakter kekeluargaan, dimana terdapat lingkungan yang dapat mengatur dengan baik perusahaan melalui team work, SDM serta memperlakukan konsumen sebagai rekanan.Tugas manajemen adalah mengendalikan karyawan sehingga memudahkan mereka untuk berpartisipasi.
2.   Adhocracy culture
Adalah budaya perusahaan yang menuntut inovasi dan inisiatif serta menciptakan produk baru dan jasa untuk mengantisioasi dan persiapan kebutuhan di masa depan. Tugas utama manajemen adalah mendukung dan mendorong terciptanya semangat kewirausahaan dan krativitas. Tugas utama manajemen adalah mendukung & mendorong terciptanya semanagat kewirausahaan dan kreativitas.
3.   Market culture
Adalah budaya perusahaan yang memiliki perilaku konsumen cenderung memilih dan tertarik pada nilai-nilai sehingga menempatkan organisasi pada bisnis yang selalu berusaha meningkatkan persaingan. Tugas manajemen adalah mengendalikan organisasi untuk mencapai produktivitas, hasil, tujuan, serta keuntungan.
4.   Hierarchy culture
Adalah budaya perusahaan yang ditandai dengan bentuk perusahaan yang resmi dan terstruktur. Tugas utama manjemen dalah memproduksi barang & jasa secara efisien sehingga kesejahteraan dalam perusahaan tercapai.
Cara Membuat OCAI
OCAI dapat dilakukan dengan menggunakan metode survei menggunakan kusioner. Kuesioner terdiri dari 6 pertanyaan  ( Karakter Dominan, Tipe kepemimpinan, Tipe manajemen, perekat organisasi, penekanan strategi, kriteria keberhasilan ) yang mewakili setiap karakter yang hendak dinilai, dimana masing – masing pertanyaan terdiri atas 4 pertanyaan ( ABCD ) yang mewakili empat budaya itu :
·         Tipe A merupakan indikasi clan culture
·         Tipe B merupakan indikasi adhocracy culture
·         Tipe C merupakan indikasi market culture
·         Tipe D merupakan indikasi hierarchy culture
Pada setiap pertanyaan, responden diharuskan mengisi nilai pada 2 kolom yang disediakan, yaitu kolom sekarang dan kolom yang diharapkan. Responden diharuskan memberi nilai pada keempat alternatof. Nilai tertinggi diberikan pada alternatif yang dianggap paling sesuai dengan kondisi di perusahaan ( sesuai dengan pendapat masing – masing responden ).

4.   Kuesioner riset SWOT
Tujuanya adalah untuk menyusun formulasi strategis, berdasarkan faktor internal ( kekuatan dan kelemahan ) serta faktor eksternal ( peluang dan ancaman ).
Kuesioner ini wajib diisi oleh semua karyawan dalam suatu organisasi,tujuan utama dari hasil pengolahan kuesioner ini adalah :
1.      Menganalisa dan mengklasifikasi secara kuantitatif faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi bisnis organisasi.
2.      Menganalisis faktor pendorong ( key success faktor ), memetakannya, dan mendefinisikan strategi berdasarkan pemetaan tersebut.
3.      Melihat berbagai alternatif kebijakan yang mungkin dilakukan berdasarkan peluang dan ancaman ke depan berikut alternatif solusinya
4.      Hail dari kuesioner ini adalah angka. Setiap pertanyaan yang dijawab oleh responden dalam bentuk skala akan dihitung, sehingga diperoleh sebuah angka tertentu. Dengan metode rata – rata kita akan mendapatkan rincian faktor – faktor internal ( SW ) dan eksternal ( OT ). Setelah itu kita akan mengetahui kuadran hasil pengolahan dengan menghitung jumlah setiap faktor yang telah dikalikan dengan tingkat urgensinya. Kuadran inilah yang berfungsi sebagai peta strategis ( strategic map ). Berdasarkan pemetaan ini, kita dapat menentukan rumusan prioritas strategi yang selanjutnya akan diformulasikan.
5.   Identifikasi penyebab masalah
Tujuanya untuk menemukan masalah yang sebenarnya dan tidak terjebak dengan fenomena.
Hal yang perlu dicermati adalah fenomena tidak sama dengan masalah. Fenomena adalah fakta yang kita temukan di lapangan. Contohnya penjualan menurun sebesar 30% bukan masalah, ini lebih tepat disebut fenomena, Maslahnya adalah mengapa penjualan samapi turun sebesar 30%? Penyebab menurunya penjualan 30% mungkin karena produk tidak disukai pelanggan, mungkin karena produk ketinggalan jaman, promosi tidak dijalankan secara maksimal, harga terlalu mahal, produk pesaing jauh lebih baik, dan sebagainya.Untuk mengetahui apa maslah yang sebenarnya terjadi, perlu kita mengidentifikasi penyebab masalah.
6.   Menentukan tujuan strategis dan sasaran
Tujuanya adalah untuk menentukan tujuan strategis beikut sasaran strategis secara tepat, sehingga dapat mengatasi masalah yang sedang dan akan dihadapi perusahaan.
Tujuan strategis adalah pernyataan tentang apa yang akan diwujudkan sebagai penjabaran visi dan misi organisasi.  Tujuan strategis dijabarkan dlam 4 perspektif sesuai dengan konsep BSC, yaitu financial, pelanggan, proses bisnis internal, perspektif pembelajaran dan pertumbuhan.
Contoh pernyatan tujuan strategis, “ Menjadi perusahaan jasa Operasi dan Pemliharaan ( O&M ) paling menguntungkan di Indonesia pada tahun 2012 berdasarkan keunggulan dalam manajemen, teknologi, dan SDM “, “ Mencapai omset penjualan sebesar Rp 10 triliyun pada tahun 2012”.
Jadi tujuan strategis menujukan bagaimana tindakan – tindakan yang harus dilakukan untuk melaksanakan strategi. Tujuan strategis harus dinyatakan dalam bentuk SMART yaitu, Specifik, dapat diukur ( Measurable ), dapat dicapai ( Attatinable ), berorientasi pada hasil ( Realistic ), serta memlili batas waktun ( Timely ).
Penetapan tujuan strategis harus dibedakan dari penetapn sasaran. Tujuan strategis adalah pernyataan  tentang apa yang ingin dituju suatu organisasi, seperti meningkatkan pendapatan dari penjualan, meningkatkan laba bersih, melindungi dari gerogotan pesaing, meningkatakan kualitas, dan melakaukan diversifikasi produk. Semua pernyataan merupakan penjabaran visi dan misi organisasi.
Sedangakan sasaran lebih bersifat lebih rinci dan mengandung langkah – langkah yang lebih konkret untuk mencapai tujuan strategis. Jadi sasaran sibuat lebih rinci dan terukur untuk mencapai tujuan strategis.
Contoh tujuan strategis :  Meningkatakan profit bersih tahun depan
Sasaran                            : 1. Meningkatakan penjualan sebesar 15 %
                                            2. Melakukan efisiensi biaya sebesar 3 %
7.   Menyusun isu strategis, formulasi strategis, tema strategis dan pemetaan strategis
Tujuanya pengujian apakah isu strategis dan tema strategis yang akan dipakai dalam Balance Scorecard sudah cukup baik dan mendukung pencapaian visi dan misi perubahan. Berdasarkan isu strategis dan tema strategis dan tema strategis ini disusun pemetaan strategis. Pemetaan stratehis adalah rencana pemetaan strategis ke dalam kerangka empat perspektif Balance Scorecard, sehingga semuanya dapat terintegrasi dalam tujuan dan sasaran stratgis yang ingin dicapai perusahaan.
Cara Menyusun Isu Strategis
Isu strategis disusun berdasarkan analisis visi dan misi sesuai dengan karakteristik bisnis yang kita miliki.
Cara Menyusun Formulasi Strategis
Formulasi strategis disusun menggunakan hasil analisis SWOT adalah dengan menggabungkan berbagai indikator yang terdapat dalam kekuatan,kelemahan,peluang dan ancama. Model penggabungannya menggunakan TOWS Matriks. Namun tidak semua rencana strategi yang disusuna dari TOWS Matriks ini digunakan seluruhnya. Strategi yang dipilih adalah strategi yang dapatmemcahakan isu strategis perusahaan.
TOWS Matriks

  Strenghts         Weaknesses
 
Internal
                                                                     
Text Box:   External

  Opport 
  
Threats
 





·         S-O strategies adalah strategi yang disusun dengan cara menggunakan semua kekuatan untuk merebut peluang.
·         W-O strategies adalah strategi yang disusun dengan cara meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang yang ada.
·         S-T strategies adalah strategi yang disusun dengan cara menggunakan semua kekuatan untuk mengatasi ancaman.
·         W-T strategies adalah strategi yang disusun dengan cara meminimalkan kelemahan untuk menhindari ancaman.
Tema strategis
Tema strategis disusun dalam rangka memecahkan masalah yang terdapat dalam isu strategis.Selanjutnya hasil dari formulasi strategis yang sudah ada kita susun sebelumnya dalam Analisis SWOT.
Dalam kerangka Balance Scorecard, semua strategi tersebut dapat diterjemahkan secara operasional ke dalam indikator-indikator dan di klasifikasikan dalam empat perspektif BSC ( Shareholder value, firm equity, organizational capital, Human capital )
Setelah menerjamahkan semua strategi yang disusun dari analis TOWS kedalam empat perspektif BSC. Tugas berikutnya adakah membuat peta strategies atau strategi map. Stratehis map ini berisi hubungan antar indikator yang telah disusun sebelumnya.
8.   Menentukan ukuran yang dipakai dalam SWOT Balance Scorecard
Tujuanya adalah menentukan ukuran apa aja yang ingin dipakai dalam SWOT dan Balance Scorecard, berikut bagaimana cara mengukurnya.
Cara Perhitungan Balance Scorecard
Balance Scorecard terdiri atas empat tolak ukur atau perspektif, yaitu
1.      Perspektif keuangan ( meningkatkan pendapatan, menurunkan biaya, serta memaksimalkan shareholder value )
2.      Perspektif pelanggan ( meningkatnya jumlah pelanggan baru, meningkatnya jumlah pelanggan loyal, serta meningkatnya kepuasan pelanggan ).
3.      Perspektif proses internal yaitu kemampuan perusahaan untuk melakukan peningkatan secara terus-menerus melalui kegiatan proses produksi yang lebih baik, distribusi menjadi lebih cepat, cakupan hubungan masyarakat menjadi lebih luas, inovasi produk menjadi lebih cepat, serta tanggung jawab sosial ke masyarakat menjadi lebih baik.
Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Perspektif ini lebih banyak berfokus pda kegiatan sumber daya internal perusahaan seperti meningkatkan moral karyawan, meningkatkan kompetensi karyawan, serta mengembangkan sistem informasi yang sesuai dengan proses bisnis perusahaan
9.   Merumuskan Strategic Initiatives dan Key Perfomance Indicators dalam Bentuk lag dan lead indicator.
Tujuanya adalah untuk merumuskan strategic intiative dan mengyusun key erfomance indicators dalam bentuk lag dan lead indicators. Dalam bagian ini akan dijelaskan perbandingan hasil dengan pemicu kinerja.
Cara Menentukan Key Perfomance Indicators ( KPI )
Indikator dan sasaran
Adalah ukuran kuantitatif atau kualitatif yang menggambarkan tingkatan tujuan yang telah ditetapkan dan mencakup indikator masukan,keluaran,hasil,manfaat dan dampak.
Fungsi Indikator dan sasaran
1.      Memeprjelas tentang apa,berapa dan kapan suatu kegiatan dilaksanakan.
2.      Menciptakan konsesus untuk menghindari kesalahan intepretasi selama pelaksanaan kegiatan.
3.      Membangun dasar pengawasan dan evalusi.
Persyaratan menyususun indikator dan sasaran :
1.      Spesifik dan jelas
2.      Dapat diukur secara objektif
3.      Relevan
4.      Penting
5.      Sensitif terhadap perubahan
6.      Terukur
7.      Efektif
Penyusunan indikator sasaran tidak terlepas dari pengertian ( AGO )
1.      Aim ( maksud ) adalah penjelasan mengenai tujuan secara umum.
2.      Goal ( tujuan ) adalah penejalasan lingkup dari suatu tujuan.
3.      Objective ( sasaran ) adalah pernyataan tentang suatu keinginan yang ingin dicerminkan secara kuantitatif maupun kualitatif.
Contoh
Aim                  : menjadi supermarket termurah di Indonesia
Goal                : menjadi supermarket termurah dalam menjual fresh product
Objective         : menjual fresh product 10% lebih murah dibandingkan supermarket  lainnya
10.   Meberika Bobot dan Nilai untuk Mengukur Kinerja
Tujuanya adalah untuk mengkuantifikasi semua persoaalan pengukuran kinerja ke dalam bentuk ukuran yang mudah dipahami.
Identifikasi strategy objective dilakukan pada masing – masing perspektif. Begitu juga identifikasi risko dilakukan pada masing – masing strategic objective.
Berdasarkan masing – masing strategic objective, akan dianalisis faktor sukses ( CSF ) apa saja yang mendukung terbentuknya strategic objective. Setelah itu dilakukan analisi dan perhitungan menggunakan KPI. KPI berfungsi untuk mengidentifikasi ukuran kinerja pada objective yang telah dirumuskan.
Langkah berikutnya adalah melakukan pembobotan tiap – tiap perspektif, antara lain dengan menggunkan AHP. Hasil dari AHP digunakan untuk menentukan scoring system yang berfungsi sebagai tanda apakah nilai skor pada sauatu KPI telah tercapai.
Pengukuran Kinerja Perspektif Keuangan
ROI ( Return on investment)
ROI merupakan rasio rentabilitas yang digunakan untuk mengukur kemampuan modal yang diinventasikan dalam kesuluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan neto. Semakin tinggi nilai ROI, semakin baik kinerja perusahaan dalam memanfaatkan aktiva.
Profit Margin
Merupakan salah satu rasio rentabilitas yang menggambarkan profit/rugi bersih yang dihasilkan oleh suatu perusahaan.Semakin tinggi nilai marjin profit berarti semaik baik.
Rasio Operasi
Merupakan perputaran operating assets dalam hubunganya penjualan bersih dan aktiva lancar yang dimiliki oleh perusahaan.
Pengukuran kinerja perspektif konsumen
Pengukuran kinerja perspektif konsumen dapat menggunakan tiga ukuran, yaitu pangsa pasar, kepuasan pelanggan dan profitabilitas pelanggan.
1.      Pangsa pasar menggambarkan penguasaan segmen pasar suatu perusahaan jika dibandingkan dengan perusahaan lain yang sejenis.
2.      Kepuasan pelanggan menggambarkan derajat kualitas pelayanan yang diberikan kepada pelanggannya.Ukuran kepuasan biasanya dinilai dari :
a.      Kondisi eksterior gedung
b.      Kondisi interior gedung
c.       Kondisi ruang dan meja kerja petugas
Pengukuran kinerja dari perspektif bisnis internal
Proses bisnis internal merupakan kegiatan untuk menghasilkan produk atau jasa bagi pelangganya. Proses internal bisnis dapat diukur melalui indikator :
1.      Inovasi produk
Dapat dinilai dari berbagai variasi produk yang dihasilkan.
2.      Proses Operasi
Merupakan proses untuk membuat dan menyampaikan produk dan jasa kepada pelangganya secara tepat.
3.      Layanan purnajual
Merupakan kecepatan penanganan keluhan maupun pengaduan pelanggan serta sejauh mana perusahaan memberikan pelayanan purnajual kepada pelanggannya seperti produk rusak,servis garansi, dan sebagainya.
Pengukuran kinerja dari perspektif pembelajaran dan pertumbuhan
Dalam perspektif ini indikator yang diukur adalah produktivitas karyawan retensi karyawan, kepuasan karyawan, serta kompetensi karyawan.
Produktivitas karyawan merupakan kemampuan karyawan dalam menghasilkan laba bagi perusahaan. Semakin tinggi tingkat produktivitas karyawan, semakin tinggi output yang dihasilkan oleh karyawan.
Retensi karyawan diukur oleh persentase perputaran karyawan. Pengukuran ini bertujuan untuk mempertahankan karyawan potential yang dimiliki oleh perusahaan agar tetap loyal kepada perusahaan
Kepuasan karyawan diukur menggunakan metode survei dengan menggunakan kuesioner.
11.   .Melakukan Casscading Balance Scorecard
Tujuanya untuk mengukur objectives ( O ), cara pengukuran atau measurement ( M ), cara menentukan target ( T ), serta cara menentukan program ( P ) yang menjadi prioritas. Selanjutnya OMTP ini didistribusikan mulai dari tingkat atas, unit bisnis sampai tingkat individual dalam bentuk kartu individu.
Empat perspektif pengukuran kinerja menggunakan metode Balance Scorecard :
1.      Konsumen : untuk mengetahui bagaimana pelanggan menilai kita
2.      Internal Bisnis : Untuk mengetahui keunggulan yang kita miliki.
3.      Inovasi dan pembelajaran : Untuk mengetahui bagaimana kita melakukan perbaikan dan penyempurnaan secara terus – menerus.
4.      Keuangan : Untuk memberikan kinerja yang baik dari aspek keuangan kepada stakeholder.
Tujuan Balance Scorecard
·         Mengadakan pengukuran untuk semua kegiatan yang bersifat kritis
·         Menyediakan sistem manajemen strategis yang dapat memantau implementasi perencanaan strategis
·         Memfasilitasi komunikasi kepada semua stakeholder khusunya kepada para karyawan.

Perfomance Drivers
BSC yang baik harus memiliki ukuran outcome dan perfomance. Ukuran ourcome tanpa ukuran kinerja tidak dapat menjelaskan bagaimana caranya mencapai outcome dengan jelas.
Cara Mengimplemantasikan Strategi Menjadi Tindakan
Perusahaan menggunakan BSC dilandasi berbagai macam alasan, yaitu :
·         Memanfaatkan secara optimal strategi yang telah disusun bersama.
·         Berfokus pada perubahan yang terdapat pada organisasi.
·         Menggembangkan kemampuan kepemimpinan pada tingkat bisnis unit.
·         Memperoleh kerjasama dan koordinasi antara berbagai bisnis unit.
BSC merupakan inti dari sistem manajemen karena BSC merupakan tulang punggung dari proses :
·         Menejelaskan dan menyempurnakan strategi
·         Strategi komunikasi dalam suatu oranisasi
·         Mendukung kerjasama antar departmen sesuai dengan tujuan individu dan tujuan organisasi
·        Menghubungkan tujuan strategis jangka pendek sesuai dengan tujuan jangka panjang dan budget tahunan
·         Memperoleh umpan balik sehingga dapat menyempurnakan strategi.
Ukuran Balance Scorecard
a.      Ukuran financial adalah untuk mencapai pertumbuhan yang agresif serta mengelola margin secara keseluruhan, ukuran yang dipakai adalah :
·        Profit investasi/Nilai tambah
·        Profitabilitas
·        Peningkatan pendpatan/bauran pendapatan
·        Produktivitas penurunan biaya
b.      Ukuran konsumen adalah untuk memperoleh loyalitas pelanggan serta mampu menawarkan lini produk yang lengkap. Ukuran yang dipakai adalah :
·        Pangsa pasar
·        Akuisisi pelanggan
·        Retensi pelanggan
·        Profitabilitas pelanggan
·        Kepuasan pelanggan
c.       Ukuran internal proses bisnis adalah untuk memperoleh proses bisnis sesuai dengan yang diharapkan. Ukuran yang diapaki adalah :
·        Memiliki ekuitas merek yang kuat
·        Memilki kualitas yang baik
·        Memberikan pengalaman belanja yang menarik
d.      Ukuran pembelajaran dan pertumbuhan bertujuan untuk memberikan kemampuan keahlian yang strategis sesuai dengan keselarasan tujuan individu dan perusahaan. Ukuran yang dipakai adalah :
·        Kepuasan karyawan
·        Mempertahankan karyawan
·        Produktivitas karyawan
12.   Analisis Risiko Manggunakan Key Risk Indicators
Tujuanya adalah untuk mengukur besarnya risiko serta melakukan antisipasi penanggulangnnya.
Return dan risiko merupakan dua hal yang tidak dapat dipisah karena pertimbangan suatu investasi merupakan trade-off antara return dan risiko
Indikator analisis risiko sangat bergantung pada karakter suatu bisnis. Berdasaekan Surat Edaran Bank Indonesia, terdapat 8 risiko bisnis perbankan.
1.      Risiko kredit : risiko yang timbul sebagai akibat adanya kegagalan pihak kedua memneuhi kewajibannya.
2.      Risiko pasar: risiko yang timbul karena adanya pergerakan variable pasar ( adverse moment ) dari portofolio yang dimiliki oleh bank,yang dapat merugikan bank.
3.      Risiko likuiditas : risiko yang antara lain disebabkan oleh ketidakmampuan bank memnuhi kewajiban yang telah jatuh tempo.
4.      Risiko operasional : risiko yang antara lain disebabkan oleh ketidakcukupan atau tidak berfungsinya proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem atau masalah eksternal yang mempengaruhi operasional bank.
5.      Risiko hukum : risiko yang disebabkan oleh kelemahan aspek yuridis, seperti tuntutan hukum, ketiadaan peraturan perundangan – undangan yang mendukung atau kelemahan perikatan, misalnya syarat sah kontrak tidak dipenuhi dan pengikatan agunan tidak sempurna.
6.      Risiko reputasi : risiko yang anatara lain disebabkan oleh publikasi negatif yang terkait dengan kkegiatan usaha bank atau persepsi terhadap bank.
7.      Risiko strategis : risiko yang antara lain disebabkan oleh penetapan dan pelaksanaan strategi bank yang tidak tepat, pengambilan keputusan bisnis yang tidak tepat,atau bank kurang responsif terhadap perubahan eksternal.
8.      Risiko kepatuhan : risiko yang muncul karena bank tidak mematuhi atau tidak melaksanakan peraturan peundang – undangan dan ketentuan lain yang berlaku.
Expected Loss dan Unexpected Loss
Expected Loss adalah kerugian yang terjadi secara normal.Biasanya expected loss sudah dimasukan dalam struktur harga suatu produk.
Cara perhitungannya adalah dengan menggunakan nilai rata – rata kerugian aktual dalam suatu periode tertentu. Sedangakan unexpected loss adalah kerugian yang berasal dari sutu kejadian di luar dugaan yang kemungkinan yang terjadinya sangat kecil, tetapi bisa saja terjadi.
Perhitungan expected loss dan unexpected loss adalah dengan mengumpulkan data historis kerugian risiko baik internal maupun eksternal,seperti :
1.      Risiko proses internal
2.      Risiko manusia
3.      Risiko sistem
4.      Risiko faktor eksternal
5.      Risiko hukum ( legal risk )
13.   Analisi Anggaran dan Model Keuangan
Tujuanya untuk membuat anggaran berbagai program yang sudah disusun sebelumnya berikut perkiraan rasio – rasio keuangan yang akan diperoleh dalam rencana anggaran perusahaan.
Rencana anggaran dilakukan setelah semua strategi dan program di susun. Biasanya tiga bulan menjelang berkahirnya tahun perencanaan sudah dilakukan, sehingga pada awal tahun anggaran berikutnya semua program berikut rencana anggaran biasanya sudah bisa dilaksanakan.
Penyusunan anggran sebaiknya bersifat fleksibel dan rencana anggaran yang disusun harus berdasarkan berbagai alternatif besarnya target rencana penjualan dan rencana produksi. Caranya adalah dengan  membuat estimasi besarnya tingkat penjualan untuk beberapa bulan kedeoan ( sebaiknya satu periode perencanaan tidak lebih dari satu tahun )
Selanjutnya berdasarkan sales forecast tersebut, kita membuat perencanaan anggaran dan berbagai kegiatan seperti rencana produksi, rencana pemasaran, rencana pengembangan SDM,serta berbagai rencana pengembangan bisnis. Semua rencana yang optimal tidak akan dapat diimplementasikan apabila tidak disediakan anggaran yang sesuai.
Untuk itu agar perencanaan anggaran yang sudah direncanakan tersebut dapat diimplementasikan secara optimal, kita perlu membuat perencanaan anggaran yang fleksible ini sangat berbeda dengan perencanaan anggaran yang bersifat statis ( hanya didasarkan atas satu estimasi rencana produksi yang akan dibuat ). Perencanaan anggaran fleksible dapat mengoptimalkan rencana anggaran yang dibuat.
Source : SWOT BALANCE SCORECARD ( Freddy Rangkty )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar